Bila ujian bertimpa-timpa, pasti ada pertanyaan dari hati...
Apakah hati masih mampu bersangka baik denganNya ?
Apakah bibir masih mampu mengukir senyuman ?
Apakah air mata masih bisa tertahan ?
Terlalu banyak persoalan dan jawapan ada pada hati.
Terpanggil untuk bercerita, bercerita tentang redha dan bersangka baik. Bersangka pada Allah. Sungguh saya bukan lah manusia tanpa dosa, malah sayalah pendosa tanpa noktah.
Namun Allah membentuk saya dengan tarbiah kasih sayangnya.
Jujur, bila mana satu-satu ujian hadir, bohong jika saya kata hati ini tidak bertanya Mengapa dan Kenapa saya ?
Namun, bila ia selalu hadir, saya belajar dengan sendirinya, belajar untuk lihat segalanya dalam prespektif lebih luas. Jika mahu dihitung air mata entah berapa banyak yang telah mengalir selama ini.
Kadang-kadang nak didik hati orang jauh lebih mudah berbanding nak didik hati sendiri. Melalui hari ke hari saya yakin saya kuat untuk menghadapinya tetapi datang lagi dugaan, dimana diuji pula keyakinan pada ilahi.
Akhirnya didikan Allah itu menjadi. Akhirnya saya mampu didik hati untuk redha dan tidak lagi bersangka buruk pada Allah, bila prasangka itu hadir cepat-cepat saya Istighfar.
Istighfarlah jawapannya. Selagi mana hati ini tidak tenang, selagi itulah istighfar tidak lekang di bibir. Dalam keralitan beristighfar, membuatkan saya lupa pada kesedihan. Dan saya mampu tersenyum semula dan redha dengan ketentuan dari Nya.
Redha itu bukan mudah tapi Redha itu mudah, di saat hati anda tidak lagi mempersoalkan ketentuanNya. Menerima dengan berlapang dada.
THINK POSITIVE.
Monday, 30 May 2016
Sunday, 29 May 2016
KEMATIAN ITU PASTI
Mati. Ada yang lupa dia akan mati. Ada yang takut dia akan mati. Ada juga ingat dia akan mati. Ketika kita bicara tentang mati.
Persoalkan pada diri. Apa asbab kita lupa akan mati? Adakah kerana kesenangan duniawi? Terasa akan hidup kekal abadi? Sedangkan kita diciptakan bukan untuk kekal di sini. Tapi hidup kekal di akhirat nanti.
Apa sebab kita takut mati? Takut dosa kita yang menggunung tinggi? Takut amalan yang belum mencukupi? Takut azab yang sedang menanti? Namun kenapa tidak kita perbaiki? Jika perkara ini telah kita sedari?
Marilah ingat akan mati. Suatu kepastian dari illahi. Hitungan bermula sejak dari lahir. Tidak tahu sampai bila baru berakhir. Sama ada 10 tahun atau 10 saat lagi.
Satu benda yang pasti. Ketika kematian datang menghampiri. Apa yang kita harapkan di dunia sudah tidak mampu diraih. Namun apa yang kita lupakan di akhirat akan segera menghampiri. Maka sentiasalah kita mempersiapkan diri.
Mati. Kita dah tahu kita bakal hadapi. Kita dah lihat pelbagai bukti. Bahkan kita sendiri menjadi saksi. Maka kenapa masih ada keraguan di hati?
Kenapa masih tidak kita ambil peduli?
Ketika mengatakan kita ingat akan mati. Jangan hanya kita simpan di hati. Jangan hanya lancar di bibir. Tapi buktikan dengan dosa-dosa kita jauhi. Lalu amalan-amalan kebaikan kita tingkatkan lagi. Baru terbukti bicara kita tentang mati.
Ayuh hidupkanlah mati dalam kehidupan kita. Agar kita sentiasa bersedia mati dalam kehidupan sementara. Semoga Allah berikan pengakhiran yang baik kepada kita. Bukannya pengakhiran yang buruk untuk kita. (Husnul khotimah) inshaAllah..
"MATI ITU PASTI"
Persoalkan pada diri. Apa asbab kita lupa akan mati? Adakah kerana kesenangan duniawi? Terasa akan hidup kekal abadi? Sedangkan kita diciptakan bukan untuk kekal di sini. Tapi hidup kekal di akhirat nanti.
Apa sebab kita takut mati? Takut dosa kita yang menggunung tinggi? Takut amalan yang belum mencukupi? Takut azab yang sedang menanti? Namun kenapa tidak kita perbaiki? Jika perkara ini telah kita sedari?
Marilah ingat akan mati. Suatu kepastian dari illahi. Hitungan bermula sejak dari lahir. Tidak tahu sampai bila baru berakhir. Sama ada 10 tahun atau 10 saat lagi.
Satu benda yang pasti. Ketika kematian datang menghampiri. Apa yang kita harapkan di dunia sudah tidak mampu diraih. Namun apa yang kita lupakan di akhirat akan segera menghampiri. Maka sentiasalah kita mempersiapkan diri.
Mati. Kita dah tahu kita bakal hadapi. Kita dah lihat pelbagai bukti. Bahkan kita sendiri menjadi saksi. Maka kenapa masih ada keraguan di hati?
Kenapa masih tidak kita ambil peduli?
Ketika mengatakan kita ingat akan mati. Jangan hanya kita simpan di hati. Jangan hanya lancar di bibir. Tapi buktikan dengan dosa-dosa kita jauhi. Lalu amalan-amalan kebaikan kita tingkatkan lagi. Baru terbukti bicara kita tentang mati.
Ayuh hidupkanlah mati dalam kehidupan kita. Agar kita sentiasa bersedia mati dalam kehidupan sementara. Semoga Allah berikan pengakhiran yang baik kepada kita. Bukannya pengakhiran yang buruk untuk kita. (Husnul khotimah) inshaAllah..
"MATI ITU PASTI"
Thursday, 26 May 2016
QUOTE ABOUT LIFE
“This life is what you make it. No matter what, you're going to mess up sometimes, it's a universal truth. But the good part is you get to decide how you're going to mess it up. Girls will be your friends - they'll act like it anyway. But just remember, some come, some go. The ones that stay with you through everything - they're your true best friends. Don't let go of them. Also remember, sisters make the best friends in the world. As for lovers, well, they'll come and go too. And baby, I hate to say it, most of them - actually pretty much all of them are going to break your heart, but you can't give up because if you give up, you'll never find your soulmate. You'll never find that half who makes you whole and that goes for everything. Just because you fail once, doesn't mean you're gonna fail at everything. Keep trying, hold on, and always, always, always believe in yourself, because if you don't, then who will, sweetie? So keep your head high, keep your chin up, and most importantly, keep smiling, because life's a beautiful thing and there's so much to smile about.”
Wednesday, 25 May 2016
IKTIBAR DARI KISAH
Aku kagum.
"Mengapa pakcik tak marah? Orang tu yang salah dan hampir accident."
Ramai orang ibarat lori sampah yang penuh. Mereka penuh dengan kekecewaan dan kemarahan. Apabila sampai masa, sampah itu perlu dibuang dan lori perlu dikosongkan. Dan kadang-kadang mereka membuangnya kepada kita!"
Tuesday, 24 May 2016
Positive & Inspirational Life Quotes
What inspires you? There are a lot of things that can provide inspiration – seeing other people accomplish great things, seeing other people overcome adversity, hearing inspirational quotes from great people, even the sheer beauty of nature can remind us just how lucky we are to be alive.
It’s easy to forget what an amazing gift life really is. Our lives are nothing but a cosmic blink. Even our seemingly all-encompassing world is just tiny blue dot circling an average sized star spiraling around a galaxy of 200-400 billion stars, which itself is just one galaxy among billions more. Yet for one brief moment, we get to experience the wonders of existence, of consciousness.
Having a positive outlook on life is a crucial part of finding inspiration. In the paragraph above, did you feel inspired reading about the vastness of our universe and our unique place within it, or did you feel overwhelmed and depressed at the insignificance of it all?
1. “Life is 10% what happens to us and 90% how we react to it.”
– Dennis P. Kimbro2. “There is no royal road to anything. One thing at a time, all things in succession. That which grows fast, withers as rapidly. That which grows slowly, endures.”– Josiah Gilbert Holland3. “Be not afraid of life. Believe that life is worth living, and your belief will help create the fact.”– William James4. “When I stand before God at the end of my life, I would hope that I would not have a single bit of talent left and could say, I used everything you gave me.”– Erma Bombeck5. “The quickest way to double your money is to fold it over and put it back in your pocket.”– Will Rogers6. “Even if you’re on the right track, you’ll get run over if you just sit there.”– Will Rogers7. “When I hear somebody sigh, ‘Life is hard,’ I am always tempted to ask, ‘Compared to what?’”– Sydney Harris8. “Nurture your mind with great thoughts. To believe in the heroic makes heroes.”– Benjamin Disraeli9. “The real opportunity for success lies within the person and not in the job.”– Zig Ziglar10. “Look at the sparrows; they do not know what they will do in the next moment. Let us literally live from moment to moment.”– Mahatma Gandhi
It’s easy to forget what an amazing gift life really is. Our lives are nothing but a cosmic blink. Even our seemingly all-encompassing world is just tiny blue dot circling an average sized star spiraling around a galaxy of 200-400 billion stars, which itself is just one galaxy among billions more. Yet for one brief moment, we get to experience the wonders of existence, of consciousness.
Having a positive outlook on life is a crucial part of finding inspiration. In the paragraph above, did you feel inspired reading about the vastness of our universe and our unique place within it, or did you feel overwhelmed and depressed at the insignificance of it all?
Our brains are wired to find things we’re looking for – if you’re always cynical or waiting for things to go wrong, then your life will reflect that. On the other hand, having a positive outlook on life will bring you joy and provide you with inspiration when you least expect it.
Of course, there are times when it’s difficult to feel cheery or positive – life can be difficult. If you’re having trouble seeing the cup as half full instead of half empty, reading some positive quotes about life can help you snap out of your funk. Here are some inspirational life quotes to help you see the amazing potential that life has to offer.1. “Life is 10% what happens to us and 90% how we react to it.”
– Dennis P. Kimbro2. “There is no royal road to anything. One thing at a time, all things in succession. That which grows fast, withers as rapidly. That which grows slowly, endures.”– Josiah Gilbert Holland3. “Be not afraid of life. Believe that life is worth living, and your belief will help create the fact.”– William James4. “When I stand before God at the end of my life, I would hope that I would not have a single bit of talent left and could say, I used everything you gave me.”– Erma Bombeck5. “The quickest way to double your money is to fold it over and put it back in your pocket.”– Will Rogers6. “Even if you’re on the right track, you’ll get run over if you just sit there.”– Will Rogers7. “When I hear somebody sigh, ‘Life is hard,’ I am always tempted to ask, ‘Compared to what?’”– Sydney Harris8. “Nurture your mind with great thoughts. To believe in the heroic makes heroes.”– Benjamin Disraeli9. “The real opportunity for success lies within the person and not in the job.”– Zig Ziglar10. “Look at the sparrows; they do not know what they will do in the next moment. Let us literally live from moment to moment.”– Mahatma Gandhi
Monday, 23 May 2016
NUKILAN KU DALAM MEMBISU
Pensil dan Pemadam.
Aku Pensil, Kau Pemadam.
Pemadam : Apa khabar kawan?
Pensil : Aku bukan kawan kau.
Pemadam : Kenapa?
Pensil : Kerana aku benci kau.
Pemadam : Kenapa kau membenci aku?
Pensil : Kerana kau suka padam apa yang aku tulis.
Pemadam : Aku tidak padam melainkan yang salah!
Pensil : Kenapa kau sibuk?
Pemadam : Aku pemadam, ini kerja aku.
Pensil : Ini bukannya kerja!
Pemadam : Kerja aku bermanfaat, macam kerja kau juga.
Pensil : Engkau salah dan sombong!
Pemadam : Kenapa?
Pensil : Kerana yang menulis lebih baik dari yang memadam.
Pemadam : Memadamkan kesalahan sama seperti menulis yang benar.
Pensil terdiam seketika, dan berfikir. Kemudian mengangkat wajahnya dengan lemah.
Pensil : Ya, kau benar.
Pemadam : Kau masih bencikan aku?
Pensil : Aku tidak akan benci orang yang memadamkan kesalahanku.
Pemadam : Dan aku juga tidak akan memadamkan sesuatu yang betul.
Pensil : Tapi aku lihat kau semakin kecil dari sehari ke sehari.
Pemadam : Kerana aku mengorbankan sebahagian dari tubuhku setiap kali aku memadam kesalahan.
Pensil : Aku juga merasakan bahawa aku juga semakin pendek dari sehari ke sehari.
Pemadam : Kita tidak akan dapat memberi manfaat kepada orang lain melainkan kita sanggup berkorban untuk mereka.
Pensil : Betapa mulianya kau.
Pensil dan Pemadam berasa gembira dengan kesedaran dalam diri masing-masing.
"Kenapa kita tidak berterima kasih terhadap orang yang telah memadamkan kesalahan kita dan menunjukkan kita jalan kebenaran, tidakkah mereka berhak terhadap ucapan 'terima kasih' ?" .
Jadilah diri kita ini seperti pensil. Tulislah yang baik dan bermanfaat untuk orang yang baca. Apabila tumpul ia perlu diasah. Sakitnya diasah itu seperti cabaran hidup yang kita hadapi dan usia kita juga seperti pensil, semakin lama semakin pendek. - GM.
Manfaatkan kehidupan kita dengan sebaik-baiknya.
Aku Pensil, Kau Pemadam.
Pemadam : Apa khabar kawan?
Pensil : Aku bukan kawan kau.
Pemadam : Kenapa?
Pensil : Kerana aku benci kau.
Pemadam : Kenapa kau membenci aku?
Pensil : Kerana kau suka padam apa yang aku tulis.
Pemadam : Aku tidak padam melainkan yang salah!
Pensil : Kenapa kau sibuk?
Pemadam : Aku pemadam, ini kerja aku.
Pensil : Ini bukannya kerja!
Pemadam : Kerja aku bermanfaat, macam kerja kau juga.
Pensil : Engkau salah dan sombong!
Pemadam : Kenapa?
Pensil : Kerana yang menulis lebih baik dari yang memadam.
Pemadam : Memadamkan kesalahan sama seperti menulis yang benar.
Pensil terdiam seketika, dan berfikir. Kemudian mengangkat wajahnya dengan lemah.
Pensil : Ya, kau benar.
Pemadam : Kau masih bencikan aku?
Pensil : Aku tidak akan benci orang yang memadamkan kesalahanku.
Pemadam : Dan aku juga tidak akan memadamkan sesuatu yang betul.
Pensil : Tapi aku lihat kau semakin kecil dari sehari ke sehari.
Pemadam : Kerana aku mengorbankan sebahagian dari tubuhku setiap kali aku memadam kesalahan.
Pensil : Aku juga merasakan bahawa aku juga semakin pendek dari sehari ke sehari.
Pemadam : Kita tidak akan dapat memberi manfaat kepada orang lain melainkan kita sanggup berkorban untuk mereka.
Pensil : Betapa mulianya kau.
Pensil dan Pemadam berasa gembira dengan kesedaran dalam diri masing-masing.
"Kenapa kita tidak berterima kasih terhadap orang yang telah memadamkan kesalahan kita dan menunjukkan kita jalan kebenaran, tidakkah mereka berhak terhadap ucapan 'terima kasih' ?" .
Jadilah diri kita ini seperti pensil. Tulislah yang baik dan bermanfaat untuk orang yang baca. Apabila tumpul ia perlu diasah. Sakitnya diasah itu seperti cabaran hidup yang kita hadapi dan usia kita juga seperti pensil, semakin lama semakin pendek. - GM.
Manfaatkan kehidupan kita dengan sebaik-baiknya.
Wednesday, 18 May 2016
ONE BIG FAMILY SONG (MAHER ZAIN)
I wonder why you and me fight each other
Don't you see the similarities between us?
Take a minute and see yourself in the mirror
You look like me: those eyes, lips - you can't deny
Have you thought about
Why we look the same?
Why we feel the same?
Don't tell me it's by chance
Oh, you're my brother
You're my sister
We're one big family
Oh, you're my brother
You're my sister
Just one big family
It doesn't matter if you live far away from me
You feel I feel, you bleed I bleed, you cry and I cry
We sleep and dream
Sometimes we're sad, sometimes we're happy
You breathe I breathe
We love, walk, talk and we smile
Have you thought about
Why we look the same?
Why we feel the same?
Don't tell me it's by chance
Oh, you're my brother
You're my sister
We're one big family
Oh, you're my brother
You're my sister
Just one big family
I care about you
And I wish you could realise
There's no difference between us two
We're part of one family
No matter how far you are
And even if we don’t know each other
Oh, you and me, me and you, we are one
Oh, you're my brother
You're my sister
We're one big family
Oh, you're my brother
You're my sister
Just one big family
Sunday, 8 May 2016
BISIKAN HATIKU
Bismillah 
Admin share soalan dari seorang sahabat :
Macamana nak bangkit dari futur ?Nak kuat






Futur ? Futur tu pebenda ya ? Futur ni satu perasaan macam putus asa , rasa down sangat . Haa paham ?
Bila kita rasa futur , iman kita ni tengah macam down sikit lah .
Seperti yang kita sedia ketahui, sifat iman itu yazid wa yanqus.Yazid berasal daripada perkataan zada bermaksud tambah .
Manakala, Yanqus berasal daripada perkataan naqasa bermaksud berkurang.
Iman itu sifatnya bertambah dan berkurang, naik dan turun
️
Sebenarnya kan ,
ada hikmah besar yang tersembunyi disebalik menurunnya iman .
Apa hikmahnya ?
Pernah dengar tak kata-kata yang berbunyi,
"Hanya si buta mengetahui nikmatnya melihat, dan hanya si mati mengetahui nikmatnya kehidupan."
Paham molek kata-kata ni
Iman itu turun dan naik adalah supaya manusia belajar menghargai nilai iman .
Manusia yang dapat rasa manisnya iman, apabila mereka tersasar daripada landasan iman itu, mereka berasa kosong, berasa kekurangan
Disinilah bagi insan yang berjiwa sensitif, pasti bangkit dan segera memperbaiki diri.
Ini kerana seharusnya , manusia yang beriman apabila mereka jatuh, mereka berasa sebahagian besar nikmat hidup mereka tertarik keluar
Nikmat iman tu dik .
Jadinya apa yang perlu dilakukan ?
Turn to Allah
Jaga mata , jaga hati .
Perbaiki solat . Solat awal waktu .
Baca Al Quran dan terjemahan .
Tadabur ayat-ayat Allah ❣
Dan yang paling penting,
Bangun tahajud .
Mengadu dan menangis lah kepada Allah .
Minta kekuatan darinya .
Doa itu senjata utama .
Kita sebagai hamba tidaklah boleh berbuat apa-apa dan tidak boleh menolak sesuatu, juga tidak boleh memiliki sesuatu selain kehendak Allah.
Allah yang akan datangkan kekuatan .
Jadi mintalah kat Allah.
Baca zikir ni dan hayati ,
Kalimat “laa hawla wa laa quwwata illa billah” Maksud ?
Tidak ada kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah .
Satu kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah.
Sungguh,
Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindungan dari Allah.
Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah
Last but not least,
Bila rasa futur , rasa down
Jangan berduka terlalu lama
🏿
Kesian iman kita .
Bangkitlah .
Cari kekuatan itu dari empunya segala kekuatan iaitu Allah .
Senyum molek deh ,
Allah kan ada
Admin share soalan dari seorang sahabat :
Macamana nak bangkit dari futur ?Nak kuat
Futur ? Futur tu pebenda ya ? Futur ni satu perasaan macam putus asa , rasa down sangat . Haa paham ?
Bila kita rasa futur , iman kita ni tengah macam down sikit lah .
Seperti yang kita sedia ketahui, sifat iman itu yazid wa yanqus.Yazid berasal daripada perkataan zada bermaksud tambah .
Manakala, Yanqus berasal daripada perkataan naqasa bermaksud berkurang.
Iman itu sifatnya bertambah dan berkurang, naik dan turun
Sebenarnya kan ,
ada hikmah besar yang tersembunyi disebalik menurunnya iman .
Apa hikmahnya ?
Pernah dengar tak kata-kata yang berbunyi,
"Hanya si buta mengetahui nikmatnya melihat, dan hanya si mati mengetahui nikmatnya kehidupan."
Paham molek kata-kata ni
Iman itu turun dan naik adalah supaya manusia belajar menghargai nilai iman .
Manusia yang dapat rasa manisnya iman, apabila mereka tersasar daripada landasan iman itu, mereka berasa kosong, berasa kekurangan
Disinilah bagi insan yang berjiwa sensitif, pasti bangkit dan segera memperbaiki diri.
Ini kerana seharusnya , manusia yang beriman apabila mereka jatuh, mereka berasa sebahagian besar nikmat hidup mereka tertarik keluar
Nikmat iman tu dik .
Jadinya apa yang perlu dilakukan ?
Turn to Allah
Jaga mata , jaga hati .
Perbaiki solat . Solat awal waktu .
Baca Al Quran dan terjemahan .
Tadabur ayat-ayat Allah ❣
Dan yang paling penting,
Bangun tahajud .
Mengadu dan menangis lah kepada Allah .
Minta kekuatan darinya .
Doa itu senjata utama .
Kita sebagai hamba tidaklah boleh berbuat apa-apa dan tidak boleh menolak sesuatu, juga tidak boleh memiliki sesuatu selain kehendak Allah.
Allah yang akan datangkan kekuatan .
Jadi mintalah kat Allah.
Baca zikir ni dan hayati ,
Kalimat “laa hawla wa laa quwwata illa billah” Maksud ?
Tidak ada kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah .
Satu kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah.
Sungguh,
Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindungan dari Allah.
Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah
Last but not least,
Bila rasa futur , rasa down
Jangan berduka terlalu lama
Kesian iman kita .
Bangkitlah .
Cari kekuatan itu dari empunya segala kekuatan iaitu Allah .
Senyum molek deh ,
Allah kan ada
Saturday, 7 May 2016
DESURAN ANGIN ITU...
“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja.
Tak melawan, mengikhlaskan semuanya.
Bahawa hidup harus menerima, penerimaan yang indah.
Bahawa hidup harus mengerti, pengertian yang benar.
Bahawa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang.
Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.”
"Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"~tere liye~
Friday, 6 May 2016
PENA HIJAUKU
Kita takkan pernah tahu...
Doa siapa yang buat kita jadi lebih baik...
Buat kita sihat...
Buat kita jadi gembira...
Buat kita berjaya...
Kita tak akan pernah tahu doa siapa yang maqbul untuk kita, yang menjadikan siapa diri kita hari ni...
Kadangkala...
Hanya dgn doa seseorang tu lah yang buat kita berjaya pada hari ni...
Jadi jangan pernah bangga dgn doa sendiri...
Dan rajinkan lah meminta doa dari orang² yg baik, yg soleh solehah...
Sebab doa mereka tu Mustajab, Maqbul...
Jadinya, lakukan lah yg baik...
Ucapkan lah kata² yg baik....
Kerana yg baik itu semuanya doa...
In shaa Allah :blush:
:rose:Ibnu Hashim:rose:
Doa siapa yang buat kita jadi lebih baik...
Buat kita sihat...
Buat kita jadi gembira...
Buat kita berjaya...
Kita tak akan pernah tahu doa siapa yang maqbul untuk kita, yang menjadikan siapa diri kita hari ni...
Kadangkala...
Hanya dgn doa seseorang tu lah yang buat kita berjaya pada hari ni...
Jadi jangan pernah bangga dgn doa sendiri...
Dan rajinkan lah meminta doa dari orang² yg baik, yg soleh solehah...
Sebab doa mereka tu Mustajab, Maqbul...
Jadinya, lakukan lah yg baik...
Ucapkan lah kata² yg baik....
Kerana yg baik itu semuanya doa...
In shaa Allah :blush:
:rose:Ibnu Hashim:rose:
LUKISAN ALAM
Seorang pesakit Cina masuk ke dalam bilik. Aku perasan akan bau busuk yang mencucuk hidung. Tapi aku fikir mungkin cuma aku sahaja yang merasakan begitu. Maka aku diamkan sahaja.
Kemudian aku perasan yang lain mula memakai mask untuk menutup hidung. Aku tetap tidak memakai mask, sekadar memakai sarung tangan. Malas.
Selesai sahaja sesi untuk pesakit itu, aku dengar ada yang bertanya, "Ada pewangi tak dalam bilik ni?" Aku tahu dia maksudkan bau busuk itu. Aku hanya diam. Menunggu yang lain untuk menjawab. Badan aku letih menyebabkan otot mulutku malas untuk berfungsi.
Seketika kemudian aku terfikir, jika pesakit yang belum menjadi jenazah/mayat itu pun manusia seolah-olah tidak tahan dengan bau busuk, macam mana pula kita bila dah mati nanti?
Atau yang lebih tepatnya, macam mana dengan kita sekarang? Kita rasa busuk 'bau badan' orang sebab kita ni disemburi 'minyak wangi'. Sedangkan hati kita yang busuk, tiada pula kita peduli orang terkesan atau tidak dengan 'kebusukannya'.
Kita dengan tenangnya bawa hati kita yang busuk kerana kita tahu orang lain tidak boleh hidu bau busuknya, tiada siapa yang boleh tahu apa yang terlintas olehnya. Cuba bayangkan jika hati itu boleh dilihat kondisinya atau dihidu baunya. Agaknya apa reaksi orang terhadap kita?
Adakah terpesona dengan harum baunya dan indah keadaannya, atau menyakitkan mata mereka yang melihat dan menyengat hidung mereka yang menghidu?
Hati bukanlah sekadar tempat untuk jatuh cinta, tetapi hatilah raja segala anggota badan yang mengawal segala tingkah laku kita. Jika baik hati kita, maka baiklah seluruh anggota badan kita. Kerana segala perbuatan kita adalah menurut kata hati. Kadang, akal pun diatasi oleh perintah hati.
Oleh itu, jangan dipandang enteng soal hati, jangan dibiarkan mati, siramilah dengan cinta Ilahi, agar ia subur kembali, bersinar sebelum ia diambil pergi.
:heart:إن في الجسد المضغة. إذا صلحت، صلح الجسد كله. وإذا فسدت، فسد الجسد كله. ألى وهي القلب.:yellow_heart:
Wallahua'lam.
Kemudian aku perasan yang lain mula memakai mask untuk menutup hidung. Aku tetap tidak memakai mask, sekadar memakai sarung tangan. Malas.
Selesai sahaja sesi untuk pesakit itu, aku dengar ada yang bertanya, "Ada pewangi tak dalam bilik ni?" Aku tahu dia maksudkan bau busuk itu. Aku hanya diam. Menunggu yang lain untuk menjawab. Badan aku letih menyebabkan otot mulutku malas untuk berfungsi.
Seketika kemudian aku terfikir, jika pesakit yang belum menjadi jenazah/mayat itu pun manusia seolah-olah tidak tahan dengan bau busuk, macam mana pula kita bila dah mati nanti?
Atau yang lebih tepatnya, macam mana dengan kita sekarang? Kita rasa busuk 'bau badan' orang sebab kita ni disemburi 'minyak wangi'. Sedangkan hati kita yang busuk, tiada pula kita peduli orang terkesan atau tidak dengan 'kebusukannya'.
Kita dengan tenangnya bawa hati kita yang busuk kerana kita tahu orang lain tidak boleh hidu bau busuknya, tiada siapa yang boleh tahu apa yang terlintas olehnya. Cuba bayangkan jika hati itu boleh dilihat kondisinya atau dihidu baunya. Agaknya apa reaksi orang terhadap kita?
Adakah terpesona dengan harum baunya dan indah keadaannya, atau menyakitkan mata mereka yang melihat dan menyengat hidung mereka yang menghidu?
Hati bukanlah sekadar tempat untuk jatuh cinta, tetapi hatilah raja segala anggota badan yang mengawal segala tingkah laku kita. Jika baik hati kita, maka baiklah seluruh anggota badan kita. Kerana segala perbuatan kita adalah menurut kata hati. Kadang, akal pun diatasi oleh perintah hati.
Oleh itu, jangan dipandang enteng soal hati, jangan dibiarkan mati, siramilah dengan cinta Ilahi, agar ia subur kembali, bersinar sebelum ia diambil pergi.
:heart:إن في الجسد المضغة. إذا صلحت، صلح الجسد كله. وإذا فسدت، فسد الجسد كله. ألى وهي القلب.:yellow_heart:
Wallahua'lam.
Thursday, 5 May 2016
DIAM MEMBISU
Ada waktunya,
Aku hanya ingin diam,
Mengharapakan adanya manusia,
Yang mengerti bahasa bisuku.
Meski aku tahu,
Aku hanya bertepuk sebelah tangan, Kerana mereka tidak akan pernah faham, Aku tetap selesa begitu.
Dengan bahasa bisu,
Aku bisa banyak suara,
Kadang suara hatiku sendiri,
Yang aku hiraukan,
Tanpa alasan.
Penat ya memang penat,
Mulutku sudah penat barangkali, Menggugam mengukir rasa,
Sedangkan tiada siapa yang peduli.
Maka aku pilih diam,
Dengannya aku nikmati ketenangan, Padanya aku bisa merasai keindahan dalam kelam,
Dan aku mengerti satu hal,
Kadang,
tidak semua itu perlu diungkapkan, Cukuplah sekadar hatimu meronta dari dalam,
Ia akan tenang sendiri jika padanya ditemani iman.
Diamlah setelah puas tangisan itu kau hamburkan,
Diamlah setelah puas kau cuba menahan rasa,
Diamlah setelah puas dirimu ditoreh insan,
Diamlah...
Kerana di situ ada ketenangan abadi.
::InniAkhafullah::
Aku hanya ingin diam,
Mengharapakan adanya manusia,
Yang mengerti bahasa bisuku.
Meski aku tahu,
Aku hanya bertepuk sebelah tangan, Kerana mereka tidak akan pernah faham, Aku tetap selesa begitu.
Dengan bahasa bisu,
Aku bisa banyak suara,
Kadang suara hatiku sendiri,
Yang aku hiraukan,
Tanpa alasan.
Penat ya memang penat,
Mulutku sudah penat barangkali, Menggugam mengukir rasa,
Sedangkan tiada siapa yang peduli.
Maka aku pilih diam,
Dengannya aku nikmati ketenangan, Padanya aku bisa merasai keindahan dalam kelam,
Dan aku mengerti satu hal,
Kadang,
tidak semua itu perlu diungkapkan, Cukuplah sekadar hatimu meronta dari dalam,
Ia akan tenang sendiri jika padanya ditemani iman.
Diamlah setelah puas tangisan itu kau hamburkan,
Diamlah setelah puas kau cuba menahan rasa,
Diamlah setelah puas dirimu ditoreh insan,
Diamlah...
Kerana di situ ada ketenangan abadi.
::InniAkhafullah::
POTRET SEMALAM
Air mengalir laju,
Menuruni lekuk-lekuk yang cengkung,
Tanpa ada penghujung,
Kapan akan berhenti?
Menuruni lekuk-lekuk yang cengkung,
Tanpa ada penghujung,
Kapan akan berhenti?
Ku lihat awan yang berarak,
Indah,
Namun ku hanya mampu memandang,
Tidak bisa ku sentuh,
Apatah lagi memiliki.
Indah,
Namun ku hanya mampu memandang,
Tidak bisa ku sentuh,
Apatah lagi memiliki.
Burung berterbangan riang,
Apakah mereka tidak punya masalah,
Alangkah indahnya hidup jika begitu,
Setiap detik disulami warna ceria,
Tiada lagi saki baki duka.
Apakah mereka tidak punya masalah,
Alangkah indahnya hidup jika begitu,
Setiap detik disulami warna ceria,
Tiada lagi saki baki duka.
Huh.
Aku dan keluhan bagai isi dengan kuku,
Penat dengan dunia,
Letih dengan manusia,
Seolah-olah ingin cepat bertemu Pencipta,
Namun memikirkan amal yang seciput cuma,
Aku kembali ke dunia nyata.
Penat dengan dunia,
Letih dengan manusia,
Seolah-olah ingin cepat bertemu Pencipta,
Namun memikirkan amal yang seciput cuma,
Aku kembali ke dunia nyata.
Ya.
Siapa kata kau dihidupkan untuk disambut dengan segala nikmat dan kemewahan?
Kau hidup untuk merasai mati,
Tidak mahukah kau berbakti,
Sebelum tiba saat itu nanti?
Kau hidup untuk merasai mati,
Tidak mahukah kau berbakti,
Sebelum tiba saat itu nanti?
Luaskan pandangan sisimu.
Jika kau fikir kau tiada kasih sayang ibu bapa,
Bayangkan mereka yang lahir tanpa mengenal siapa orang tua mereka.
Bayangkan mereka yang lahir tanpa mengenal siapa orang tua mereka.
Jika kau rasa kau dibenci orang sekeliling kau,
Ingatlah manusia paling baik pun dibenci apatah lagi kau yang taklah baik mana.
Ingatlah manusia paling baik pun dibenci apatah lagi kau yang taklah baik mana.
Jika kau fikir kau miskin hina,
Tenunglah mereka yang tiada apa-apa langsung untuk dimakan.
Tenunglah mereka yang tiada apa-apa langsung untuk dimakan.
Jika kau rasa kau memiliki rupa yang tidak menarik,
Bagaimana pula dengan mereka yang langsung tiada wajah kerana rosak teruk?
Bagaimana pula dengan mereka yang langsung tiada wajah kerana rosak teruk?
Sudahlah.
Kalau kau rasa kaulah yang paling derita, kau salah.
Di luar sana akan ada beribu-ribu orang yang jauh lebih derita daripada kau.
Di luar sana akan ada beribu-ribu orang yang jauh lebih derita daripada kau.
Senyumlah.
Apa yang menimpa kau tak adalah teruk mana,
Kalau kau yakin,
Pertolongan Allah itu ada di mana-mana.
Apa yang menimpa kau tak adalah teruk mana,
Kalau kau yakin,
Pertolongan Allah itu ada di mana-mana.
Selama mana kau punya Allah, kau punya segalanya.
AKSARA BISU
🌸Sampai Firdausi🌸
Di saat ada yang tersalah, usah dibiarkan tanpa rasa bersalah.
Kata, mahu sampai syurga.
Namun mengapa terhenti di pintu neraka?
Mengiyakan atau sekadar menjadi penonton setia tatkala dia bergelumang dosa langsung tidak menjadikanmu sahabat yang baik.
Sahabat yang terbaik itu ialah mereka yang menegur meski tahu bakal dibenci, menasihati meski pahit di hati.
Jika kamu fikir dirimu dan dirinya rapat bagai tiada pemisah, sayangmu tiada sempadan, semua itu dusta jika tiada usahamu untuk mencegahnya daripada kemungkaran.
Lupakah kamu akan firman-Nya?
Kata, mahu sampai syurga.
Namun mengapa terhenti di pintu neraka?
Mengiyakan atau sekadar menjadi penonton setia tatkala dia bergelumang dosa langsung tidak menjadikanmu sahabat yang baik.
Sahabat yang terbaik itu ialah mereka yang menegur meski tahu bakal dibenci, menasihati meski pahit di hati.
Jika kamu fikir dirimu dan dirinya rapat bagai tiada pemisah, sayangmu tiada sempadan, semua itu dusta jika tiada usahamu untuk mencegahnya daripada kemungkaran.
Lupakah kamu akan firman-Nya?
"Teman-teman akrab pada hari itu sebahagiannya menjadi musuh bagi sebahagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa."
(Az-Zukhruf:67)
(Az-Zukhruf:67)
Awak,
Tiada guna bergelak ketawa di dunia melakukan maksiat dengan teman rapat jika di akhirat kelak menangis lantaran dosa yang terkumpul banyak.
Tiada guna berhipster sana sini dunia dengan bestfriend jika di akhirat kelak tak dapat nak cium bau syurga pun.
Apa gunanya jika di dunia bersahabat baik jika di akhirat kelak bercakaran dan saling menyalahkan sesama sendiri?
Tiada guna bergelak ketawa di dunia melakukan maksiat dengan teman rapat jika di akhirat kelak menangis lantaran dosa yang terkumpul banyak.
Tiada guna berhipster sana sini dunia dengan bestfriend jika di akhirat kelak tak dapat nak cium bau syurga pun.
Apa gunanya jika di dunia bersahabat baik jika di akhirat kelak bercakaran dan saling menyalahkan sesama sendiri?
Jadi awak,
Sayangilah sahabatmu dengan sebenar-benar kasih sayang.
Macam mana tu?
Pada waktunya sahabat kita lupa tujuan hidupnya sebagai 'abid dan khalifah, ingatkan dia kembali, pada masa yang sama kita juga sedang mengingatkan diri kita sendiri juga.
Ingat, dunia ni umpama R&R kita sahaja sebelum kita pulang ke kampung (syurga).
Jadi persiapkanlah diri kita sebaik-baiknya.
Jaga orang sekeliling kita (keluarga, sahabat etc).
Sayangilah sahabatmu dengan sebenar-benar kasih sayang.
Macam mana tu?
Pada waktunya sahabat kita lupa tujuan hidupnya sebagai 'abid dan khalifah, ingatkan dia kembali, pada masa yang sama kita juga sedang mengingatkan diri kita sendiri juga.
Ingat, dunia ni umpama R&R kita sahaja sebelum kita pulang ke kampung (syurga).
Jadi persiapkanlah diri kita sebaik-baiknya.
Jaga orang sekeliling kita (keluarga, sahabat etc).
Jika ada yang masih belum menutup aurat dengan sempurna, masih belum terlambat untuk berubah.
Jika ada yang sedang bercouple Islamik ataupun tidak, peluang untuk bertaubat dan menikmati cinta halal masih terbuka.
Jika ada yang masih belum sempurna ibadahnya, perbaikilah sekarang kerana masih ada masa untukmu.
Jika ada yang masih kurang ilmu akhiratnya, segeralah menuntut dengan yang selayaknya selagi masih ada waktu yang tersisa.
Jika ada yang masih sedikit amalnya, fafirru dalam mengerjakan amal kebaikan semata-mata mengharapkan redha Allah.
Jika masih ada yang rasa tidak layak untuk memegang amanah seorang khalifah, usah takut dan gentar. Persiapkanlah diri sebaik mungkin dan yakinlah bahawa nasrullah itu ada di mana-mana.
Jika ada yang sedang bercouple Islamik ataupun tidak, peluang untuk bertaubat dan menikmati cinta halal masih terbuka.
Jika ada yang masih belum sempurna ibadahnya, perbaikilah sekarang kerana masih ada masa untukmu.
Jika ada yang masih kurang ilmu akhiratnya, segeralah menuntut dengan yang selayaknya selagi masih ada waktu yang tersisa.
Jika ada yang masih sedikit amalnya, fafirru dalam mengerjakan amal kebaikan semata-mata mengharapkan redha Allah.
Jika masih ada yang rasa tidak layak untuk memegang amanah seorang khalifah, usah takut dan gentar. Persiapkanlah diri sebaik mungkin dan yakinlah bahawa nasrullah itu ada di mana-mana.
Awak,
Kalau awak rasa awak tak kuat, saya pun tak kuat.
Tapi demi Allah, kita mesti kuat. Yakinlah bahawa Allah al-Jabbar pasti akan mencukupkan kita.
Berusahalah sebaik mungkin. Ajak sahabat-sahabat yang lain untuk berjuang bersama-sama.
Jika manusia melihat hasil, Allah pula memandang kepada usaha kita.
Meski jika kita tidak ditakdirkan untuk melihat UA itu kembali tertegak pun, biarlah kita ada juga sumbangannya.
Kalau awak rasa awak tak kuat, saya pun tak kuat.
Tapi demi Allah, kita mesti kuat. Yakinlah bahawa Allah al-Jabbar pasti akan mencukupkan kita.
Berusahalah sebaik mungkin. Ajak sahabat-sahabat yang lain untuk berjuang bersama-sama.
Jika manusia melihat hasil, Allah pula memandang kepada usaha kita.
Meski jika kita tidak ditakdirkan untuk melihat UA itu kembali tertegak pun, biarlah kita ada juga sumbangannya.
Akhirnya, semoga kita semua selamat pulang ke kampung dan suatu saat nanti, kita mampu bercerita tentang kisah kita sepanjang perjalanan hidup kita di sini.
In shaa Allah...
In shaa Allah...
Sampai bertemu di Firdausi sahabat syurga sekalian...
Have faith!
Allahu Ta'ala A'lam.
Sunday, 1 May 2016
TINTA HAWA
Seorang gadis kecil bertanya ayahnya “ayah ceritakanlah padaku perihal muslimah sejati?”
Si ayah pun menjawab...
“anakku,seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata.wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil,tetapi muslimah sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi.itulah yang terbaik” ---> (suka2) ^.^
“anakku,seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata.wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil,tetapi muslimah sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi.itulah yang terbaik” ---> (suka2) ^.^
Si ayah terus menyambung...
“muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersona,tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak mana kebaikan yang diberikannya ,tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujah kebenaran”
Berdasarkan ayat 31,surah An Nurr,Abdullah ibn abbas dan lain-lainya berpendapat.Seseorang wanita islam hanya boleh mendedahkan wajah,dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahram(As syeikh said hawa di dalam kitabnya Al Asas fit Tasir)
heart emoticon “Janganlah perempuan -perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga menghairahkan orang yang ada perasaan dalam hatinya,tetapi ucapkanlah perkataan yang baik-baik”(surah Al Ahzab:32) heart emoticon
“lantas apa lagi ayah?”sahut puteri kecil terus ingin tahu.
heart emoticon muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya. heart emoticon
Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhuwatirannya dirinyalah yang mengundang orang tergoda.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa redha dan kehambaan kepada TUHAN nya,dan ia sentiasa bersyukur dengan segala kurniaan yang diberi”
heart emoticon "ingatlah anakku muslimah sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul” heart emoticon
Setelah itu si anak bertanya”Siapakah yang memiliki criteria seperti itu ayah?Bolehkah saya menjadi sepertinya?mampu dan layakkah saya ayah?”
Si ayah memberikan sebuah buku dan berkata”pelajarilah mereka!supaya kamu berjaya nanti.INSYA ALLAH kamu juga boleh menjadi muslimah sejati dan wanita yang solehah kelak,malah semua wanita boleh”
Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan berbunyi ISTERI RASULULLAH.
:: Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu ,puasa di bulan ramadhan ,menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya,maka masuklah ia ke dalam syurga dari pintu-pintu yang ia kehendakinya”(riwayat Al Bazzar) :: ^.^
#ayuhhh kita usaha
#ayuhhh kita cari kasih Allah
#ayuhhh kita usaha
#ayuhhh kita cari kasih Allah
Subscribe to:
Comments (Atom)
