Thursday, 5 May 2016

DIAM MEMBISU

Ada waktunya, 
Aku hanya ingin diam, 
Mengharapakan adanya manusia, 
Yang mengerti bahasa bisuku. 

Meski aku tahu, 
Aku hanya bertepuk sebelah tangan, Kerana mereka tidak akan pernah faham, Aku tetap selesa begitu. 

Dengan bahasa bisu, 
Aku bisa banyak suara, 
Kadang suara hatiku sendiri, 
Yang aku hiraukan, 
Tanpa alasan. 

Penat ya memang penat, 
Mulutku sudah penat barangkali, Menggugam mengukir rasa, 
Sedangkan tiada siapa yang peduli. 

Maka aku pilih diam, 
Dengannya aku nikmati ketenangan, Padanya aku bisa merasai keindahan dalam kelam, 
Dan aku mengerti satu hal, 
Kadang, 
tidak semua itu perlu diungkapkan, Cukuplah sekadar hatimu meronta dari dalam, 
Ia akan tenang sendiri jika padanya ditemani iman. 

Diamlah setelah puas tangisan itu kau hamburkan, 
Diamlah setelah puas kau cuba menahan rasa, 
Diamlah setelah puas dirimu ditoreh insan, 
Diamlah... 
Kerana di situ ada ketenangan abadi.

::InniAkhafullah::

No comments:

Post a Comment