Bila ujian bertimpa-timpa, pasti ada pertanyaan dari hati...
Apakah hati masih mampu bersangka baik denganNya ?
Apakah bibir masih mampu mengukir senyuman ?
Apakah air mata masih bisa tertahan ?
Terlalu banyak persoalan dan jawapan ada pada hati.
Terpanggil untuk bercerita, bercerita tentang redha dan bersangka baik. Bersangka pada Allah. Sungguh saya bukan lah manusia tanpa dosa, malah sayalah pendosa tanpa noktah.
Namun Allah membentuk saya dengan tarbiah kasih sayangnya.
Jujur, bila mana satu-satu ujian hadir, bohong jika saya kata hati ini tidak bertanya Mengapa dan Kenapa saya ?
Namun, bila ia selalu hadir, saya belajar dengan sendirinya, belajar untuk lihat segalanya dalam prespektif lebih luas. Jika mahu dihitung air mata entah berapa banyak yang telah mengalir selama ini.
Kadang-kadang nak didik hati orang jauh lebih mudah berbanding nak didik hati sendiri. Melalui hari ke hari saya yakin saya kuat untuk menghadapinya tetapi datang lagi dugaan, dimana diuji pula keyakinan pada ilahi.
Akhirnya didikan Allah itu menjadi. Akhirnya saya mampu didik hati untuk redha dan tidak lagi bersangka buruk pada Allah, bila prasangka itu hadir cepat-cepat saya Istighfar.
Istighfarlah jawapannya. Selagi mana hati ini tidak tenang, selagi itulah istighfar tidak lekang di bibir. Dalam keralitan beristighfar, membuatkan saya lupa pada kesedihan. Dan saya mampu tersenyum semula dan redha dengan ketentuan dari Nya.
Redha itu bukan mudah tapi Redha itu mudah, di saat hati anda tidak lagi mempersoalkan ketentuanNya. Menerima dengan berlapang dada.
THINK POSITIVE.
No comments:
Post a Comment